Lewati ke konten utama
Kembali ke Artikel
Waspada Flu Singapura: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya
Artikel 20 Agustus 2026

Waspada Flu Singapura: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit menular yang umumnya disebabkan oleh kelompok virus enterovirus. Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak, terutama anak berusia di bawah lima tahun. Namun, anak yang lebih besar hingga orang dewasa juga dapat terinfeksi.

Flu Singapura mudah menyebar, khususnya di lingkungan dengan interaksi yang dekat seperti rumah, tempat penitipan anak, sekolah, dan tempat bermain. Karena itu, orang tua perlu mengenali gejala serta menerapkan kebiasaan hidup bersih untuk mengurangi risiko penularan.

Kenali gejala Flu Singapura

Gejala Flu Singapura dapat berbeda pada setiap anak. Keluhan biasanya diawali dengan demam dan kondisi tubuh yang kurang nyaman. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam;
  • Sakit tenggorokan;
  • Batuk atau keluhan saluran pernapasan ringan;
  • Nafsu makan menurun;
  • Anak menjadi lebih rewel;
  • Sariawan atau luka pada bagian dalam mulut;
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut pada sebagian penderita;
  • Muncul ruam atau bintik kemerahan, terutama pada telapak tangan, telapak kaki, serta bagian tubuh lainnya.

Luka di dalam mulut dapat membuat anak merasa nyeri saat makan atau minum. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena anak dapat mengalami kekurangan cairan apabila tidak mampu minum dengan cukup.

Bagaimana Flu Singapura menular?

Virus penyebab Flu Singapura dapat menyebar melalui kontak dekat dengan penderita. Penularan dapat terjadi ketika seseorang terkena percikan cairan dari batuk atau bersin, air liur, cairan dari lepuhan kulit, maupun kontak dengan tinja penderita.

Beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penularan antara lain:

  1. Berbagi alat makan atau minum dengan penderita;
  2. Berada dekat dengan penderita ketika batuk atau bersin;
  3. Menyentuh wajah tanpa mencuci tangan setelah mengganti popok atau membantu anak buang air;
  4. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Virus juga dapat menempel pada benda yang sering digunakan bersama, seperti gagang pintu, meja, mainan, remote televisi, serta peralatan rumah tangga lainnya.

Cara mencegah Flu Singapura

Pencegahan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan sekitar.

1. Rutin mencuci tangan

Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Lakukan terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setelah merawat anak yang sedang sakit.

2. Hindari berbagi barang pribadi

Jangan berbagi alat makan, gelas, botol minum, handuk, atau barang pribadi lainnya dengan orang yang sedang sakit.

3. Terapkan etika batuk dan bersin

Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk dan bersin. Segera buang tisu setelah digunakan dan cuci tangan.

4. Bersihkan benda yang sering disentuh

Bersihkan secara rutin permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, mainan anak, sakelar, serta peralatan rumah tangga yang digunakan bersama.

5. Istirahat di rumah saat sakit

Anak yang sedang mengalami gejala sebaiknya beristirahat di rumah sampai kondisi membaik. Langkah ini membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada anak lain.

Apa yang perlu dilakukan jika anak mengalami gejala?

Sebagian besar kasus Flu Singapura dapat membaik dengan perawatan yang sesuai dan pemenuhan kebutuhan cairan. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan cukup istirahat, cairan, serta makanan yang dapat diterima oleh anak.

Apabila anak demam atau merasa tidak nyaman, penggunaan obat harus disesuaikan dengan usia, berat badan, dan petunjuk tenaga kesehatan. Hindari memberikan obat secara sembarangan.

Segera konsultasikan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila anak:

  • Sulit minum atau terus menolak cairan;
  • Buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya;
  • Tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan;
  • Mengalami demam tinggi atau demam yang tidak membaik;
  • Mengalami muntah berulang;
  • Menunjukkan gejala yang semakin berat;
  • Atau kondisi anak menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

Lindungi anak dengan kebiasaan hidup bersih

Flu Singapura merupakan penyakit yang mudah menular, tetapi risiko penyebarannya dapat dikurangi melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan mencuci tangan, tidak berbagi alat makan, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk, serta memberikan waktu istirahat kepada anak yang sakit menjadi langkah penting untuk melindungi keluarga dan lingkungan sekitar.

Mari tingkatkan kewaspadaan dan jaga kesehatan anak bersama.

Puskesmas Juata

Sahabat Anda untuk Hidup Sehat