Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Tarakan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Camat Tarakan Utara, Kelurahan Juata Laut, Puskesmas Juata, Babin Potmar, serta kader kesehatan.
Investigasi dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan dan berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan keberadaan vektor serta binatang pembawa penyakit di wilayah sasaran. Hasil investigasi menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi yang diperlukan guna mencegah dan memutus potensi rantai penularan penyakit di masyarakat.
Pelaksanaan intervensi vektor merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, khususnya pada kondisi KLB, pasca KLB, maupun situasi khusus yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, aparat kewilayahan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya investigasi dan intervensi vektor dapat berjalan secara optimal serta mendukung langkah bersama dalam memutus rantai penularan penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat di Kelurahan Juata Laut.